Konten Kreator sebagai Agen Edukasi dalam Pembelajaran Islam di Ruang Digital

Penulis

  • Su'eb IAI al-Khoziny
  • Zaini Sekolah Tinggi Agama Islam Al-Hamidiyah

DOI:

https://doi.org/10.52434/jurnalkhazanahakademia.v10i01.693

Kata Kunci:

Edutainment pedagogy, Learning experience generasi muda, Pendidikan Islam digital

Abstrak

Perkembangan teknologi digital telah membawa transformasi signifikan dalam praktik pendidikan Islam, khususnya di kalangan generasi muda. Artikel ini membahas profil, latar belakang, dan model edukasi Islam yang dikembangkan oleh tiga konten kreator Muslim Indonesia, yaitu Hanan Attaki, Gus Iqdam, dan Kadam Sidik. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan analisis konten digital melalui platform YouTube, Instagram, dan TikTok. Hanan Attaki menonjol dengan model edutainment pedagogy, yang menggabungkan narasi, visual sinematik, dan bahasa populer untuk meningkatkan keterlibatan audiens muda dalam pembelajaran Islam. Gus Iqdam mengimplementasikan pendekatan affective learning, memadukan humor, cerita keseharian, dan bahasa santai untuk menciptakan kedekatan emosional serta internalisasi nilai-nilai Islam. Sementara Kadam Sidik menggunakan pendekatan situated learning dengan konten reflektif yang menekankan pengalaman psikologis dan sosial audiens sebagai titik masuk dalam pemahaman ajaran Islam. Studi ini menunjukkan bahwa konten kreator dapat berperan sebagai educational facilitator di ruang digital, menjembatani teori keislaman klasik dengan konteks hidup generasi digital. Model pembelajaran yang adaptif dan partisipatif ini berpotensi memperluas akses pendidikan Islam dan meningkatkan relevansi nilai-nilai keislaman dalam kehidupan sehari-hari.

 

Referensi

Afiq, M. A., & Islam, A. F. F. (2025). Etika Da’i Gen-Z Dalam Berdakwah Pada Akun Tiktok @kadamsidik00. JOURNAL SAINS STUDENT RESEARCH, 3(5), 252–271. https://doi.org/10.61722/jssr.v3i5.5617

Ahmadi, F., & Ibda, H. (2019). Konsep dan aplikasi literasi baru di era revolusi industri 4.0 dan society 5.0. CV. Pilar Nusantara.

Azzahra, A. H., & Gusmaneli, G. (2025). Implementasi Strategi Pembelajaran Ekspositori dalam Pendidikan Agama Islam. Jurnal Manajemen Dan Pendidikan Agama Islam, 3(3), 155–169. https://doi.org/10.61132/jmpai.v3i3.1100

Davenport, T. H., & Beck, J. C. (2001). The Attention Economy: Understanding the New Currency of Business. Harvard Business Press.

Dede Titi. (2025). Pengaruh Penggunaan media Belajar Melalui Aplikasi WhatsApps dan Youtube Terhadap Peningkatan Mutu Pembelajaran Digital di SMK Pesantren Ulumuddin Susukan Kabupaten Cirebon [Masters, MPI UIN Siber Syekh Nurjati]. https://repository.syekhnurjati.ac.id/

Foss, L. (2004). “Going Against the Grain...” Construction of Entrepreneurial Identity Through Narratives (SSRN Scholarly Paper No. 1497284). Social Science Research Network. https://papers.ssrn.com/abstract=1497284

Freire, P. (1970). Pedagogy of the Oppressed. Herder and Herder.

Hakim, F. & Harapandi Dahri. (2025). Islam di Media Sosial sebagai Komodifikasi dan Implikasinya terhadap Pendidikan Islam. Andragogi: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran, 5(1), 187–206. https://doi.org/10.31538/adrg.v5i1.1813

Hasyim Iskandar & Binti Amanah. (2024). RESPON GENERASI MILENIAL PADA KONTEN DAKWAH YOUTUBE AGUS MUHAMMAD IQDAM (ANALISIS NETNOGRAFI). JDARISCOMB: Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam, 4(2), 135–155. https://doi.org/10.30739/jdariscomb.v4i2.3558

Ika, Az-Zahra, J., Razzaq, A., & Nugraha, M. Y. (2025). Menyebarkan Nilai Islam Di Kalangan Gen-Z: (Studi Kasus Strategi Komunikasi Dakwah Digital Pada Akun Tiktok Kadam Sidik). NAAFI: JURNAL ILMIAH MAHASISWA, 1(4), 421–433. https://doi.org/10.62387/naafijurnalilmiahmahasiswa.v2i3.175

Iqbal, M. I. M. (2025). Comparison of the Preaching Rhetoric of Ustadz Hanan Attaki and Habib Husein Ja’far on Instagram. KOMUNIDA : Media Komunikasi dan Dakwah, 15(1), 310–334. https://doi.org/10.35905/komunida.v15i1.13160

Ironside, P. M. (2006). Using narrative pedagogy: Learning and practising interpretive thinking. Journal of Advanced Nursing, 55(4), 478–486. https://doi.org/10.1111/j.1365-2648.2006.03938.x

Jamaludin, J. (2023). Microlearning untuk Pembelajaran. Tidar Media.

Juliani, & Syahbudin. (2025). Prinsip dan aplikasi metode penelitian kualitatif: Kajian teori dan praktik. Merdeka Kreasi Group.

Khairah, N., Surjono, H. D., & Nurmiati, E. (2025). Innovative E-Learning Strategies in Mathematics Education: Enhancing Self-Directed Learning and Student Motivation. Media Pendidikan Matematika, 13(1), 57–74. https://doi.org/10.33394/mpm.v13i1.15412

Khoiri, I., Anrial, A., & Aditya Putra, R. (2024). Menilik Dakwah Kontemporer Dai Melalui Media Youtube [Undergraduate, Institut Agama Islam Negeri Curup]. http://e-theses.iaincurup.ac.id/6885/

Komara, D. A., & Widjaya, S. N. (2024). Memahami Perilaku Informasi Gen-Z dan Strategi Melawan Disinformasi: Sebuah Tinjauan Literatur Penggunaan Media Sosial. Jurnal Pustaka Ilmiah, 10(2), 155–174. https://doi.org/10.20961/jpi.v10i2.85775

Kozinets, R. V. (2015). Netnography: Redefined. SAGE.

Lester, J. C., Towns, S. G., & Fitzgerald, P. J. (1998). Achieving Affective Impact: Visual Emotive Communication in Lifelike Pedagogical Agents. International Journal of Artificial Intelligence in Education, 10, 278–291.

Maknun, L., & Adelia, F. (2023). PENERAPAN METODE STORYTELLING DALAM PEMBELAJARAN DI MI/SD. Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar (JIPDAS), 3(1), 34–41. https://doi.org/10.37081/jipdas.v3i1.1283

Mardiana, Aisyah, E. S. N., Hardini, M., & Riadi, B. (2021). Peran Teknologi Dalam Pendidikan Agama Islam Pada Globalisasi Untuk Kaum Milenial (Pelajar). Alfabet Jurnal Wawasan Agama Risalah Islamiah, Teknologi Dan Sosial, 1(1), 65–74. https://doi.org/10.34306/alwaarits.v1i1.29

Muharrifah, E., & Sikumbang, A. T. (2025). The Effectiveness of Ustadz Hanan Attaki’s Da’wah Sharing Time on Youtube. Syiar: Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam, 5(1), 21–34. https://doi.org/10.54150/syiar.v5i1.642

Ovens, A., & Tinning, R. (2009). Reflection as situated practice: A memory-work study of lived experience in teacher education. Teaching and Teacher Education, 25(8), 1125–1131. https://doi.org/10.1016/j.tate.2009.03.013

Rachman, H. A., Alam, M. D., & Putri, I. L. A. (2025). PRINSIP PENELITIAN KUALITATIF. PT. RajaGrafindo Persada - Rajawali Pers.

Ramadani, A. R., Rohmaniah, H. F. R., Syafitri, D. L. S., Hermawan, C. H., & Mustikawati, A. M. (2025). Perspektif Guru Tentang Rancangan Pembelajaran yang Berpusat pada Siswa (Student Centered Learning): Teacher Perspectives on Student Centered Learning Design. Biologiei Educația, 5(1), 59–68. https://doi.org/10.62734/be.v5i1.406

Rosdiyyah, S., Boraa, A. A., Syafitri, N., Mariyah, S., Salamah, N., Nuraini, F., Mukarromah, R. S., Salsabila, S., Wardah, Z. N., Pratama, I. F., Saputra, A. Z., Alfahira, P. N., Rahayu, I., Salsabila, R. S., Fuadi, A., & Kahfi, R. A. (2026). Pendekatan Psikologi Dan Komunikatif Dalam Konten Dakwah Kadam Sidik. Al-Zayn : Jurnal Ilmu Sosial & Hukum, 4(1), 5598–5606. https://doi.org/10.61104/alz.v4i1.3898

Sudarma, S. (2025). DIGITAL LEARNING DAN INOVASI PEDAGOGIS: IMPLEMENTASI DIGITAL PEDAGOGY DALAM MENJAWAB TUNTUTAN ERA INDUSTRI 5.0 DI SMK ISLAM AL-AMIN PASIRGOMBONG CIKARANG UTARA. At-Tajdid : Jurnal Pendidikan dan Pemikiran Islam, 9(2), 714–722. https://doi.org/10.24127/att.v9i2.4694

Zulaikha, P., & Bashori. (2025). Pengaruh Influencer Keagamaan terhadap Perubahan Gaya Hidup Religius Generasi Z: Perspektif Al-Qur’an. Jurnal Riset Multidisiplin Edukasi, 2(6), 648–668. https://doi.org/10.71282/jurmie.v2i6.528

Diterbitkan

2026-02-25

Cara Mengutip

Su’eb, & Zaini. (2026). Konten Kreator sebagai Agen Edukasi dalam Pembelajaran Islam di Ruang Digital. Khazanah Akademia, 10(01), 10–20. https://doi.org/10.52434/jurnalkhazanahakademia.v10i01.693