FRAGMENTASI IMPLEMENTASI DAN EVALUASI KEBIJAKAN STUNTING DI INDONESIA

Penulis

  • Natasya Wea Universitas Nusa Cendana
  • Eufrasia Clarissa Perada Botung Universitas Nusa Cendana
  • Yohanes Agung Kurniawan Hoka Universitas Nusa Cendana

DOI:

https://doi.org/10.52434/jp.v20i02.710

Kata Kunci:

Fragmentasi, Implementasi Kebijakan, Evaluasi Kebijakan, Stunting, SLR

Abstrak

Penelitian ini menganalisis fragmentasi implementasi dan evaluasi kebijakan stunting di Indonesia menggunakan pendekatan Systematic Literature Review (SLR) terhadap 15 artikel jurnal periode 2022-2026. Hasil penelitian mengidentifikasi tiga pola utama: (1) ketimpangan implementasi kebijakan antardaerah akibat perbedaan kapasitas kelembagaan dan distribusi sumber daya, (2) lemahnya koordinasi lintas sektor yang menyebabkan pelaksanaan kebijakan sektoral dan tidak terintegrasi, dan (3) dominasi evaluasi kebijakan yang berfokus pada output sehingga membatasi pengukuran dampak jangka panjang. Temuan ini menegaskan bahwa fragmentasi kebijakan bukan sekadar permasalahan teknis, melainkan mencerminkan kegagalan sistem tata kelola. Penelitian ini berkontribusi melalui integrasi analisis implementasi dan evaluasi kebijakan dalam satu kerangka utuh. Oleh karena itu, diperlukan penguatan koordinasi lintas sektor, peningkatan kapasitas kelembagaan daerah, serta pengembangan sistem evaluasi berbasis data terintegrasi untuk meningkatkan efektivitas kebijakan dan keberlanjutan penurunan stunting.

Referensi

Agustino, L. (2022). Dasar-dasar kebijakan publik. Alfabeta.

Andriani, P., & Yusuf, M. (2024). Implementasi program gizi dalam penurunan stunting di Manggarai Timur. Jurnal Kesehatan Komunitas, 6(2), 89–101. https://doi.org/10.25311/keskom.v6i2.88901

Badan Kebijakan Pembangunan Kesehatan. (2025a). Capaian SSGI 2024 ungkap tren positif. https://www.badankebijakan.kemkes.go.id/capaian-ssgi-2024-ungkap-tren-positif/

Badan Kebijakan Pembangunan Kesehatan. (2025b). Potret stunting di Indonesia. https://www.badankebijakan.kemkes.go.id/potret-stunting-di-indonesia/

Cahaya Mandalika. (2025).Analisis kebijakan stunting menggunakan pendekatan literature review (SLR) yang sistematis. Jurnal Cahaya Mandalika. https://ojs.cahayamandalika.com/index.php/jcm/article/view/2067

Center for Indonesia's Strategic Development Initiatives. (2024, Oktober 24). Anggaran jumbo program kesehatan Prabowo-Gibran, CISDI mendorong perbaikan tata kelola. https://cisdi.org/siaran-pers/anggaran-jumbo-program-kesehatan

Dunn, W. N. (2018). Public policy analysis (6th ed.). Routledge. https://doi.org/10.4324/9781315181226

Edwards, G. C. III. (1980). Implementing public policy. Congressional Quarterly Press.

Fanani, Z., Prasetyo, B., & Wibowo, A. (2025). Audit kasus stunting sebagai instrumen evaluasi kebijakan kesehatan. Jurnal Administrasi Kesehatan Indonesia, 11(2), 89–102. https://doi.org/10.20473/jaki.v11i2.33445

Firmansyah, A., & Lestari, R. (2025). Evaluasi kebijakan stunting berbasis integrasi data nasional. Jurnal Kebijakan Sosial, 12(2), 140–155. https://doi.org/10.22212/jks.v12i2.99012

Grindle, M. S. (1980). Politics and policy implementation in the Third World. Princeton University Press. https://doi.org/10.1515/9781400853977

Hidayat, M., & Rahman, F. (2022). Efektivitas kebijakan penurunan stunting di Kabupaten Sumedang. Jurnal Kebijakan Publik, 13(3), 201–215. https://doi.org/10.31258/jkp.v13i3.44556

Howlett, M., & Ramesh, M. (2003). Studying public policy: Policy cycles and policy subsystems. Oxford University Press.

Ilmu Bersama Center. (2025). Dinamika faktor risiko maternal dan disparitas wilayah terhadap kejadian stunting: analisis data berbasis bukti SSGI 2024.Journal Ilmu Bersama Center. https://jurnal.ilmubersama.com/index.php/PubHealth/article/download/1518/720/8164

Kemenkopmk. (2025, Mei 1). Prevalensi stunting tahun 2024 turun menjadi 19,8 persen. Pemerintah terus mendorong penguatan gizi. https://www.kemenkopmk.go.id/prevalensi-stunting-tahun-2024-turun-jadi-198-persen-pemerintah-terus-dorong-penguatan-gizi

Kurniawati, L., & Sari, M. (2023). Monitoring dan evaluasi kebijakan stunting di Kabupaten Bogor. Jurnal Administrasi Publik, 14(1), 77–90. https://doi.org/10.20473/jap.v14i1.55678

Larasati, N., & Rahmadanik, D. (2023). Koordinasi stakeholder dalam upaya percepatan penurunan stunting di Kabupaten Pacitan, Jawa Timur. Widya Publika, 11(2), 102-112. https://ojs.unr.ac.id/index.php/widyapublika/article/download/1107/947

Lubis, H., Siregar, F., & Nasution, R. (2025). Evaluasi kebijakan stunting berbasis sistem monitoring nasional. Jurnal Kesehatan Masyarakat, 17(3), 201–215. https://doi.org/10.15294/kemas.v17i3.45678

Maulana, R., Sari, D., & Putri, A. (2022). Integrasi intervensi gizi spesifik dan sensitif dalam penurunan stunting. Jurnal Gizi Indonesia, 10(2), 100–112. https://doi.org/10.14710/jgi.10.2.100-112

Oktapianingsi, R., & Usiono. (2025). Implementasi dan evaluasi kebijakan pendidikan: Systematic literature review. AMI – Jurnal Pendidikan dan Riset, 3(2), 56-70. https://jurnaltarbiyah.uinsu.ac.id/index.php/ami/article/download/5144/1899

Pemerintah Provinsi NTT. (2024, Agustus 21).Penjabat Gubernur NTT mengajak Tim Percepatan Penurunan Stunting untuk fokus mencapai target 35,5% pada tahun 2024. https://nttprov.go.id/client/view/berita?id=1249

Pratama, Y., Nugraha, A., & Firmansyah, D. (2023). Implementasi kebijakan stunting di Kota Samarinda. Jurnal Ilmu Administrasi, 20(1), 44–58. https://doi.org/10.31113/jia.v20i1.22334

Rahmawati, S., & Utami, N. (2023). Partisipasi masyarakat dalam penanganan stunting di Brebes. Jurnal Sosial Politik, 8(1), 33–47. https://doi.org/10.22219/jsp.v8i1.77890

Rembu, Y., Kurniawan, B., & Lestari, S. (2025). Governance network dalam implementasi kebijakan stunting di daerah. Jurnal Administrasi Negara, 15(1), 66–80. https://doi.org/10.33510/jan.v15i1.55667

ResearchHub. (2025). Studi literatur: Upaya penanganan keadaan stunting di Nusa Tenggara Timur. Jurnal Ilmiah Kesehatan dan Kesejahteraan Indonesia, 5(2). https://researchhub.id/index.php/jikki/article/download/6059/3457/18735

Saepudin, E., Rahmawati, D., & Hidayat, T. (2025). Kolaborasi lintas sektor dalam penanganan stunting di Kota Sukabumi. Jurnal Kebijakan Kesehatan Indonesia, 14(1), 22–35. https://doi.org/10.22146/jkki.78901

Saetren, H. (2014). Implementing the third generation research paradigm in policy implementation research: An empirical assessment.Public Policy and Administration, 29(2), 84-105.

Saputra, A., Nugroho, R., & Widodo, J. (2022). Implementasi kebijakan percepatan penurunan stunting di Kabupaten Purbalingga. Jurnal Administrasi Publik, 13(2), 145–160. https://doi.org/10.20473/jap.v13i2.34567

Selo, M., & Payong, M. R. (2026). Kapasitas kelembagaan desa dalam penanganan stunting di Kabupaten Lembata. Jurnal Ilmu Sosial dan Politik, 10(1), 55–70. https://doi.org/10.22219/jisp.v10i1.23456

Susanti, E., Dewi, R., & Hidayah, N. (2023). Evaluasi program penanganan stunting berbasis puskesmas. Jurnal Kesehatan Masyarakat Nasional, 18(2), 150–162. https://doi.org/10.21109/kesmas.v18i2.78945

Tim Percepatan Penurunan Stunting. (2025a).SSGI 2024: Prevalensi stunting nasional turun menjadi 19,8%, mencapai angka di bawah proyeksi Bappenas. https://stunting.go.id/ssgi-2024-prevalensi-stunting-nasional-turun-jadi-198-capai-angka-di-bawah-proyeksi-bappenas/

Tim Percepatan Penurunan Stunting.(2025b). Prevalensi stunting Indonesia turun ke 19,8%. https://stunting.go.id/prevalensi-stunting-indonesia-turun-ke-198/

Tranfield, D., Denyer, D., & Smart, P. (2003). Towards a methodology for developing evidence-informed management knowledge by means of systematic review. British Journal of Management, 14(3), 207–222. https://doi.org/10.1111/1467-8551.00375

Wulandari, D., & Putra, R. (2024). Implementasi kebijakan stunting di Kabupaten Buton. Jurnal Ilmu Pemerintahan, 9(2), 120–135. https://doi.org/10.14710/jip.v9i2.66789

Diterbitkan

2026-09-30

Cara Mengutip

Wea, N., Perada Botung, E. C., & Kurniawan Hoka, Y. A. (2026). FRAGMENTASI IMPLEMENTASI DAN EVALUASI KEBIJAKAN STUNTING DI INDONESIA. Jurnal Publik, 20(02), 142–155. https://doi.org/10.52434/jp.v20i02.710