MEMAHAMI BUREAUCRATIC OVERLOAD DALAM PERSPEKTIF PEMASYARAKATAN: STUDI KASUS RUTAN KELAS IIB BOYOLALI

Penulis

  • Fitriya Sito Siwi Politeknik Pengayoman Indonesia
  • Naniek Pangestuti Politeknik Pengayoman Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.52434/jp.v20i01.596

Kata Kunci:

Rutan, Pemasyarakatan, Overload Bureaucratic, Overcrowding

Abstrak

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis fenomena Bureaucratic Overload di Rumah Tahanan Negara (Rutan), khususnya di Rutan Kelas IIB Boyolali, yang secara faktual melaksanakan fungsi penahanan dan pembinaan narapidana. Secara normatif, berdasarkan Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2022 tentang Pemasyarakatan, Rutan hanya diperuntukkan bagi tahanan. Melalui pendekatan kualitatif deskriptif berdasarkan studi literatur dan analisis data sekunder, penelitian ini menemukan bahwa beban birokrasi berlebihan menyebabkan sejumlah masalah sistemik, seperti overcrowding, administratif, dan tekanan pada sistem kerja internal. Selain itu, kondisi ini memiliki dampak langsung terhadap efektivitas program pembinaan dan kualitas layanan pemasyarakatan. Artikel ini menyoroti bagaimana beban birokrasi berlebih mempengaruhi efektivitas pembinaan, kualitas layanan, dan hak dasar narapidana.

Referensi

Hidayah, N., & Priyanti, E. (2022). Pencegahan patologi birokrasi melalui reformasi administrasi pelayanan publik: Studi kasus pada Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Purwakarta. Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan, 8(20), 344–352. https://doi.org/10.5281/zenodo.7243080

Knill, C., Steinebach, Y., & Zink, D. (2024). How policy growth affects policy implementation: Bureaucratic overload and policy triage. Journal of European Public Policy, 31(2), 324–351. https://doi.org/10.1080/13501763.2022.2158208

Maswati, R. (2023). Bureaucratic pathology in public services at the Office of the Department of Population and Civil Registration of Supiori District. Pasundan Social Science Development (PASCIDEV), 3(2), 51–55.

Ramadhan, K. R., Hakim, L., & Aditya, I. (2023). Patologi birokrasi dalam pelayanan administrasi e-KTP di Kelurahan Malaka Sari. Community Development Journal, 4(2), 2596–2602.

Sabilah, A., & Sulistyaningsih, T. (2023). Hipocracy in the performance of state civil apparatus and public services in Mojokerto District/City: New public services (NPS) perspective. PERSPEKTIF, 12(3), 896–903. https://doi.org/10.31289/perspektif.v12i3.9463

Setyasih, E. T. (2023). Creating an effective bureaucracy by reducing bureaucratic pathology in local governments. INFLUENCE: International Journal of Science Review, 5(1), 137–145. https://influence-journal.net/index.php/influence/index

Sitti, A., Hasran, H., Bachtiar, B., & Fitriani, A. (2023). Patologi birokrasi dalam penyelenggaraan pelayanan publik tingkat kecamatan di Takalar. Journal of Government Insight, 3(1), 296–304. https://doi.org/10.47030/jgi.v1i1.53

Zhao, H. (2023). Overstretched Leviathan: Bureaucratic overload and grassroots governance in China (Doctoral dissertation, Harvard University). https://dash.harvard.edu/handle/1/37375634

Zink, D., Knill, C., & Steinebach, Y. (2024). Bureaucratic overload and organizational policy triage: A comparative study of implementation agencies in five European countries. Regulation & Governance. Advance online publication. https://doi.org/10.1111/rego.12581

Diterbitkan

2026-06-19

Cara Mengutip

Sito Siwi, F., & Naniek Pangestuti. (2026). MEMAHAMI BUREAUCRATIC OVERLOAD DALAM PERSPEKTIF PEMASYARAKATAN: STUDI KASUS RUTAN KELAS IIB BOYOLALI. Jurnal Publik, 20(01), 66–74. https://doi.org/10.52434/jp.v20i01.596