Kolaborasi Pemerintah dan Masyarakat Dalam Pengembangan Obyek Wisata Tanjung Malaha Kabupaten Kolaka
DOI:
https://doi.org/10.52434/jp.v18i01.353Kata Kunci:
Kolaborasi, Obyek Wisata, StakeholderAbstrak
Pariwisata merupakan sektor penting yang memiliki peran dalam mendorong pertumbuhan ekonomi dan pembangunan daerah. Sektor pariwisata berperan pada peningkatan pendapatan daerah dan kesejahteraan masyarakat. Untuk memaksimalkan potensi tersebut, kolaborasi pemerintah dan masyarakat menjadi kunci utama dalam pengembangan objek wisata. Penelitian ini merupakan penelitian deskripti kualitatif dengan pengumpulan data dilakukan melalui tehnik wawancara dan dokumentasi. Hasil wawancara dan dokumentasi kemudian dianalisis dengan metode interaktif yang meliputi kondensasi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil Penelitian menunjukkan dalam pengembangan obyek wisata tanjung Malaha, komunikasi yang menjadi aspek penting dalam kolaborasi, karena komunikasi yang terbuka dapat memberikan akses informasi mengenai kebutuhan dalam pembangunan obyek wisata. Namun aspek ini, masih kurang efektif sehingga berdampak pada tingkat partisipasi masyarakat dalam kegiatan musyawarah pembangunan obyek wisata. Kondisi ini juga menyebabkan terjadinya perbedaan pandangan diantara kelompok sadar wisata (Pokdarwis) tentang pemahaman pengelolaan obyek wisata.
Referensi
Anisykurlillah, R. (2024). Kolaborasi Hexahelix dalam Pengembangan Ekonomi Digital Kreatif di Kota Malang. JPAP (Jurnal Penelitian Administrasi Publik), 9(2), 187–200. https://doi.org/https://doi.org/10.30996/jpap.v9i2.82.28
Ansell, C., & Gash, A. (2008). Collaborative governance in theory and practice. Journal of Public Administration Research and Theory, 18(4), 543–571. https://doi.org/10.1093/jopart/mum032
Fadli, Y., & Nurlukman, A. D. (2018). Government Collaboration in Empowerment? A Collaborative Framework for the Government in Empowering Coastal Communities. Journal of Government and Civil Society, 2(2), 145. https://doi.org/10.31000/jgcs.v2i2.1022
Fatman, J. H., & Syamsu, S. (2023). Pelayanan Publik Berbasis Collaborative Governance di Pelabuhan Andi Mattalata Kabupaten Barru. 9(April). https://doi.org/https://doi.org/10.26618/kjap.v9i1.10515
Hermansyah, Abdul Haris, A. (2020). MODEL KOLABORASI DALAM PENGEMBANGAN. 10, 133–145.
Hidayat, T. (2021). BI Sultra Dorong Perkembangan Sektor Parawisata Melalui Tanjung Malaha. Mediakendari.Com. https://mediakendari.com/bi-sultra-dorong-perkembangan-sektor-pariwisata-melalui-tanjung-malaha/98171/
Islahuddin, Eppang, B., Salim, M. A., Darmayasa, & Masatip, A. (2022). Inovasi, Adaptasi, dan Kolaborasi: Pengembangan Wista Bahari Berbasis Inovasi, Adaptasi, dan Kolaborasi di Destinasi Super Prioritas Indonesia Pada Masa Pandemi Covid-19. http://repository.poltekparmakassar.ac.id/462/1/Book - Adaptasi Inovasi dan Kolaborasi.pdf
Khitam, M. C. (2022). Kolaborasi Quadruple Helix: Pengembangan Eduwisata Semaggot (Sekaran Edukasi Maggot) berbasis potensi Desa. Jejaring Administrasi Publik, 14(1), 93–102. https://doi.org/10.20473/jap.v14i1.41885
Khopifatu S, I., Myrna, R., & Candradewini, C. (2023). Kolaborasi Dalam Pengelolaan Wana Wisata Gunung Galunggung Di Kabupaten Tasikmalaya. JANE - Jurnal Administrasi Negara, 14(2), 613. https://doi.org/10.24198/jane.v14i2.45116
Laudina, N., Yuniarti, E., & Pratiwi, N. N. (2021). Faktor Yang Mempengaruhi Partisipasi Masyarakat Dalam Pengembangan Wisata Rajati Flower Garden Di Kabupaten Kuburaya. JeLAST: Jurnal PWK, Laut, Sipil, Tambang, 8(1), 1–9.
Mahrizi, A., & Khalfan, A. S. (2021). The role of stakeholder participation in tourism planning in Oman. March. http://theses.ncl.ac.uk/jspui/handle/10443/5385%0Ahttps://theses.ncl.ac.uk/jspui/bitstream/10443/5385/1/Al Mahrizi A S K 2021.pdf
Miles, Matthew B.; Huberman, A. Michael; Saldana, J. (2014). Qualitative Data Analysis: A Methods Sourcebook. Third Edition.
Pujiyono, B. (2022). Kolaborasi multi aktor dalam pengelolaan wisata geo park belitung. 12, 95–104. https://doi.org/https://doi.org/10.33366/rfr.v%vi%i.3367
Putra, A., As’ari, H., & Adianto, A. (2022). Collaborative Governance Dalam Pengembangan Objek Wisata Di Rupat Utara Kabupaten Bengkalis. Journal Publicuho, 5(4), 1149–1161. https://doi.org/10.35817/publicuho.v5i4.54
Restiani, R., & Susanto, H. H. (2023). Optimalisasi Desa Wisata dalam Meningkatkan Ekonomi Masyarakat di Desa Maguwan Sambit. Journal of Community Development and Disaster Management, 5(1), 7–16. https://doi.org/10.37680/jcd.v5i1.2884
Sabaruddin, A. dan A. L. S. (2020). Collaborative Governance: Pendekatan Pelayanan Publik. PT Pena Persada.
Sabaruddin, A., Maulid, M., Fait, T., & Maharani, M. (2023). Analisis Stakeholder dalam Pengembangan Wisata Alam Kea-Kea Mangolo di Kabupaten Kolaka. Transparansi?: Jurnal Ilmiah Ilmu Administrasi, 6(2), 171–178. https://doi.org/10.31334/transparansi.v6i2.3442
Sabaruddin, D. S. A. (2017). The Collaborative Management Model on Developing the Infrastructure of the Pomalaa’s Airport, Indonesia. ILIRIA International Review, 7(1). https://doi.org/10.21113/iir.v7i1.296
Stout, M., & Keast, R. (2019). 1 . Collaboration?: what does it really mean?? 17–35.
Yeli Amelia Angelina, & Adianto Adianto. (2023). Kolaborasi Dalam Implementasi Program Pengembangan Destinasi Pariwisata (Studi Kasus Wisata Danau Rusa Di Kabupaten Kampar). Jurnal Media Administrasi, 7(2), 26–33. https://doi.org/10.56444/jma.v7i2.452
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2024 abdul sabaruddin, Robin Adnan, Maulid Maulid

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
![]()
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License
















