Kualitas Pelayanan Penanganan Stunting di Puskesmas Waiwerang Kecamatan Adonara Timur Kabupaten Flores Timur

Penulis

  • Yosefina Ese Ola Prodi Ilmu Administrasi Negara, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Nusa Cendana
  • Jacoba D. Niga Prodi Ilmu Administrasi Negara, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Nusa Cendana
  • Theny I. B. Kurniati Pah Prodi Ilmu Administrasi Negara, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Nusa Cendana https://orcid.org/0000-0001-6299-5419

DOI:

https://doi.org/10.52434/jp.v18i01.299

Kata Kunci:

Kualitas Pelayanan, Penanganan Stunting, Stunting

Abstrak

Pada saat ini, Indonesia sedang dihadapi dengan berbagai permasalahan dibidang kesehatan, salah satunya adalah permasalahan gizi (stunting). Stunting ditandai dengan panjang atau tinggi badan anak berada di bawah standar yang ditetapkan oleh menteri penyelenggara urusan pemerintahan di bidang kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kualitas pelayanan penanganan stunting dan faktor- faktor yang menjadi penyebab stunting di Puskesmas Waiwerang Kecamatan Adonara Timur. Penelitian ini membahas 5 indikator yaitu bukti langsung (tangibless), kehandalan (reliability), daya tanggap (responsiveness), jaminanan (assurance), kepedulian (emphaty). Teknik pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara, dan studi dokumentasi serta menggunakan teknik triangulasi dalam menganalisis data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penyebab rendahnya kualitas pelayanan penanganan stunting disebabkan indikator yang belum berjalan sesuai dengan standar pelayanan yaitu Dimensi Bukti fisik (tangibles) karena fasilitas fisik posyandu yang terbatas dan tidak semua posyandu mempunyai alat antopometri Kit. Selain itu Dimensi kehandalan (reliability) karena tidak adanya penanganan khusus dari bidan ketika anak mengalami demam atau panas sebagai efek samping dari pemberian vaksinsi dan alat antropometri Kit yang kadang-kadang eror sehingga keakuratan hasil pengukuran diragukan. Selain itu, dimensi jaminan (assurance) karena tidak ada pemantauan rutin oleh petugas terhadap pemberian PMT berdasarkan SOP. 

Referensi

Buku dan Jurnal:
A Parasuraman, Zeithaml, & Berry. (1985). A Conceptual Model Of Service Quality and Is Implications For Future Reseach (Vol. 49). Journal Of Marketing.
Bappenas. (2018). Intervensi Penurunan Stunting.
Haksever et al. (2000). Service Management Oprations. USA: Pearson Prentice Hal.
Hardiansyah. (2011). Kualitas Pelayanan Publik. Yogyakarta: Gava Media.
Kasmir. (2017). Costomer Service Excellent: Teori dan Praktik. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada.
Kementrian Kesehatan Ri. (2016). Situasi Balita Pendek. Jakarta Selatan: INFODATIN Pusat Data dan Informasi Kementrian Kesehatan RI.
Kuswati, R. E. (2017). Kualitas Pelayanan Publik Di Kecamatan Tanjungsari Kabupaten Gu
Lewis, & Booms. (2017: 142). Dalam Fandy Tjiptono & Gregorius Chandra, Kualitas Pelanggan. Banyumedia Publishing.
Riskesdas. (2018). Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Kementrian RI 2018.
Rahayu, A., Yudilasari, F., Putri, A. O., & Anggraini, L. (2018). Studi Guide: Stunting dan Upaya Pencegahannya . Yogyakarta: Cv Mine.
RI, K. K. (2018). Situasi Balita Pendek di Indonesia. Jakarta: Pusat Data dan Informasi Kementrian Kesehatan RI.
Sulistiyowati, W. (2018). Buku Ajar Kualitas Layanan: Teori dan Aplikasinya. Sidoarjo: Umsida Press.
Tjiptono. (2007). Strategi Pemasaran. Edisi ke dua. Yogyakarta: Andi.
TNP2K. (2017). 100 Kabupaten/Kota Prioritas Untuk Intervensi Anak Kerdir (Stunting) (Vol. 2). Jakarta Pusat: sekretariat Wakil Presiden republik indonesia.

Peraturan Perundang-undangan:
Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2009. (n.d.).
Peraturan Presiden No 72 tahun 2021 Tentang Percepatan Penurunan Stunting
Peraturan Bupati Flores Timur Nomor 46 tahun 2022 tentang Penyelengaraan Percepatan Penurunan Stunting di Kabupaten Flores Timur.

Diterbitkan

2024-06-29

Cara Mengutip

Ola, Y. E., Niga, J. D., & Pah, T. I. B. K. (2024). Kualitas Pelayanan Penanganan Stunting di Puskesmas Waiwerang Kecamatan Adonara Timur Kabupaten Flores Timur . Jurnal Publik, 18(01), 62–73. https://doi.org/10.52434/jp.v18i01.299